TVRINews, Kabupaten Sumbawa
Pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terus berjalan melalui layanan di puskesmas maupun jemput bola ke desa-desa. Namun hingga saat ini, capaian program tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, mengatakan saat ini terdapat 26 puskesmas di 24 kecamatan yang telah membuka layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Dari total target sebanyak 263.562 warga, program tersebut baru menjangkau 25.038 orang atau sekitar 9,5 persen dari total 46 persen.
Menurutnya, pelayanan PKG tidak hanya dilakukan di dalam gedung puskesmas, tetapi juga menyasar masyarakat di desa-desa melalui layanan jemput bola, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.

"Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kami akan terus mengintensifkan sosialisasi. Petugas puskesmas juga akan diminta menyampaikan informasi mengenai PKG dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di desa," ujar Sarip Hidayat, Jumat, 19 Juni 2026.
Program PKG mencakup berbagai jenis pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan tekanan darah, pemantauan risiko penyakit kardiovaskular, pemeriksaan fungsi paru, deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker usus, pemeriksaan fibrosis dan sirosis hati, hingga pemeriksaan kesehatan telinga dan gigi.
Sarip Hidayat menjelaskan, program ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan layanan skrining atau pemeriksaan awal kepada masyarakat. Jika ditemukan indikasi penyakit tertentu, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan darah lengkap.
"Program PKG ini dapat mendeteksi penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat," ucapnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan PKG yang tersedia secara gratis, sehingga upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit dapat berjalan lebih optimal.










