TVRINews, Kota Mataram
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat selama masa libur sekolah. Penghentian ini berlaku bagi seluruh penerima manfaat, termasuk peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada periode libur sekolah dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Ghani, mengatakan selama masa libur sekolah tidak akan ada layanan distribusi makanan bagi seluruh kelompok penerima manfaat program.

"Selama masa libur, pelayanan MBG dihentikan sementara baik untuk peserta didik maupun kelompok penerima manfaat lainnya sesuai ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional," ujarnya dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Jumat, 19 Juni 2026.
Meski distribusi makanan dihentikan sementara, pengamanan fasilitas SPPG tetap berjalan normal. Petugas keamanan akan tetap bertugas selama 24 jam secara bergiliran untuk menjaga seluruh sarana dan prasarana program.
Selain itu, seluruh fasilitas SPPG dilarang digunakan untuk kegiatan apa pun selama masa penghentian layanan. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada penghentian operasional satuan pelayanan terkait.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTB saat ini memanfaatkan masa jeda program untuk melakukan pembenahan serta verifikasi data penerima manfaat. Langkah ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan MBG berjalan lebih tepat sasaran saat kembali dilanjutkan.
Fathul Ghani menjelaskan, fokus utama saat ini adalah validasi data kelompok B3 yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Saat ini perhatian utama diarahkan pada validasi data kelompok B3 agar penyaluran program prioritas nasional ini dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat," ucapnya.
Pemerintah berharap proses pembaruan data selama masa penghentian sementara ini dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di NTB pada periode berikutnya.










