TVRINews, Kabupaten Dompu
Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram kembali terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Dompu dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu antrean warga di pangkalan dan pengecer karena LPG subsidi menjadi kebutuhan utama rumah tangga serta pelaku usaha mikro.
Selain sulit diperoleh, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer ikut mengalami kenaikan signifikan. Di beberapa lokasi, harga mencapai Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per tabung, jauh di atas harga normal yang biasa dibayarkan masyarakat.
Salah satu warga Dompu, Trisutrisno, menilai kondisi ini cukup membebani masyarakat, terutama keluarga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap pasokan gas 3 kilogram bisa segera kembali normal. Selain sulit dicari, harganya juga naik cukup tinggi sehingga menambah beban pengeluaran masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat menertibkan distribusi dan menindak penjual yang menjual di atas ketentuan,” ujar Trisutrisno, Jumat, 12 Juni 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Armansyah, menyampaikan pengawasan distribusi LPG subsidi terus dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.
“Kami terus memperketat pengawasan distribusi di lapangan. Meningkatnya konsumsi masyarakat serta distribusi yang belum merata menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya kelangkaan LPG 3 kilogram di beberapa wilayah,” kata Armansyah.
Sebagai langkah antisipasi, Disperindag Dompu mengimbau pangkalan resmi agar menjual LPG 3 kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami meminta seluruh pangkalan resmi untuk menjual LPG sesuai HET. Masyarakat juga diimbau membeli langsung di pangkalan resmi agar harga lebih terkontrol dan distribusi dapat diawasi dengan baik,” tambahnya.
Pemerintah daerah berharap pengawasan yang diperketat dapat menstabilkan pasokan dan harga LPG subsidi di Kabupaten Dompu sehingga kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi secara optimal.










