TVRINews, Kabupaten Sumbawa
Produksi sampah di Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data tahun 2025, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Raberas mencapai 332 meter kubik per hari, dengan sampah plastik rumah tangga mendominasi hingga 65 persen dari total sampah yang diangkut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, mengatakan peningkatan volume sampah tersebut berdampak pada semakin berkurangnya usia operasional TPA Raberas.
"Setiap hari sekitar 332 meter kubik sampah masuk ke TPA. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sehingga usia TPA terus menyusut," ujar Pipin Sakti Bitongo, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan kapasitas landfill seluas 1,2 hektare dengan volume tampung sekitar 6.000 meter kubik, TPA Raberas diperkirakan hanya mampu beroperasi sekitar 800 hari apabila tidak dilakukan upaya pengurangan sampah.
Peningkatan produksi sampah dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk dan kawasan permukiman. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup telah menambah dua ritase pengangkutan sampah setiap hari.
Pipin Sakti Bitongo juga mengungkapkan sampah plastik dari rumah tangga menjadi penyumbang terbesar, mencapai sekitar 65 persen dari total sampah yang masuk ke TPA.
"Produksi sampah setiap hari terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan masih minimnya pemilahan sampah yang dilakukan masyarakat sehingga berdampak terhadap usia TPA. Karena itu kami akan terus mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang ke TPA," katanya.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa berharap penerapan pola pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya dapat menjadi solusi untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus memperpanjang usia operasional tempat pemrosesan akhir tersebut.










