TVRINews, Mataram
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB menyusul sejumlah insiden yang terjadi di beberapa cabang olahraga.
Evaluasi tersebut akan menjadi bagian dari persiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan pihaknya akan memanggil pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB untuk mengevaluasi seluruh pelaksanaan Porprov.
"Seluruh temuan dan kekurangan dalam pelaksanaan Porprov harus segera dibenahi sebagai bagian dari persiapan NTB menjadi tuan rumah PON XXII Tahun 2028 bersama Nusa Tenggara Timur," ujar Lalu Muhamad Iqbal, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurutnya, Porprov tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga merupakan uji kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event olahraga berskala nasional. Karena itu, setiap kekurangan yang ditemukan harus menjadi bahan perbaikan agar tidak terulang pada pelaksanaan PON 2028.
Sementara itu, Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menilai penyelenggaraan Porprov XII secara umum berjalan baik dan tidak dapat dinilai gagal hanya karena beberapa insiden yang menjadi perhatian publik.
"Dari lebih dari enam ribu pertandingan yang digelar, insiden hanya terjadi pada sebagian kecil cabang olahraga, di antaranya pencak silat, BMX, drum band, dan voli pantai," kata Mori Hanafi.
Meski demikian, Mori mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan Porprov, terutama terkait transportasi atlet antarvenue. Menurutnya, seluruh catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat.
Pemerintah Provinsi NTB bersama KONI berharap hasil evaluasi Porprov XII dapat menjadi dasar pembenahan penyelenggaraan olahraga, sehingga NTB mampu menjadi tuan rumah PON 2028 yang lebih baik, profesional, dan sukses.









