TVRINews, Lombok Tengah
Sapi milik warga Kelurahan Sasake, Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi bernama "Black Panter" tersebut memiliki bobot mencapai 1,1 ton dengan nilai sekitar Rp165 juta.
Presiden Prabowo Subianto memilih sapi jenis Angus Cross Simmental milik Ahmad Dimiati sebagai hewan kurban bantuan Presiden tahun ini. Sapi tersebut rencananya akan dikirim ke Sumbawa untuk pelaksanaan kurban Iduladha.
Ahmad Dimiati mengatakan, nama Black Panter diberikan karena warna bulunya yang hitam serta memiliki postur tubuh yang kuat. Ia mengaku telah memelihara sapi tersebut selama empat tahun dengan perawatan khusus hingga akhirnya terpilih menjadi sapi kurban bantuan Presiden.

"Saya sangat bangga dan bahagia karena usaha memelihara sapi selama empat tahun akhirnya membuahkan hasil," ujar Ahmad Dimiati, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Ahmad, Black Panter dirawat dengan penuh perhatian dan diberikan pakan berkualitas agar pertumbuhan bobotnya terus meningkat. Bahkan menjelang Hari Raya Iduladha, bobot sapi tersebut diperkirakan masih akan bertambah.
Sementara itu, petugas kesehatan hewan Black Panter, Febrian Hendransyah, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan menerapkan pola makan yang sesuai untuk menjaga kondisi sapi tetap prima.
"Nutrisi dan takaran pakan yang diberikan sudah disesuaikan dengan kebutuhan sapi agar kondisinya tetap sehat dan optimal," kata Febrian Hendransyah.
Ia menambahkan, Black Panter telah menjalani perawatan intensif dan pengaturan pola makan jauh sebelum mengikuti kontes sapi Presiden. Menurutnya, sapi tersebut memang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan standar nasional.
Terpilihnya Black Panter sebagai sapi kurban bantuan Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak di Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini juga menunjukkan kualitas peternakan sapi lokal NTB yang mampu bersaing di tingkat nasional.










