TVRINews, Kota Mataram
Peluang pendanaan revitalisasi Gelanggang Olahraga (GOR) 17 Desember Turida di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), senilai Rp400 miliar masih terbuka.
Pemerintah Provinsi NTB didorong memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperjelas skema pembiayaan proyek tersebut menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS daerah pemilihan NTB II, Abdul Hadi, mengatakan pemerintah daerah perlu meningkatkan komunikasi dengan kementerian terkait agar rencana revitalisasi GOR Turida dapat ditindaklanjuti.
Menurut Abdul Hadi, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota perlu menyatukan langkah untuk memperjuangkan pendanaan pembangunan fasilitas olahraga tersebut.
“Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten-kota perlu menyatukan langkah untuk memperjuangkan revitalisasi GOR Turida. Kepala daerah juga perlu membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, KONI, serta anggota DPR RI dari komisi terkait,” ujar Abdul Hadi, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk membuka peluang pendanaan. Selain itu, skema Instruksi Presiden (Inpres) dapat dikaji sebagai salah satu alternatif pembiayaan.
Abdul Hadi berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, KONI, dan DPR RI dapat memperkuat usulan revitalisasi sekaligus mendukung kesiapan NTB sebagai tuan rumah PON 2028.
Sementara itu, kepastian anggaran revitalisasi GOR 17 Desember Turida senilai Rp400 miliar masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Proyek tersebut belum masuk dalam pembahasan anggaran yang sedang berjalan sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut untuk memastikan kelanjutan pembangunannya.
Dengan waktu persiapan menuju PON 2028, kejelasan skema pendanaan dan tindak lanjut revitalisasi menjadi bagian penting dalam upaya menyiapkan fasilitas olahraga di NTB.










