TVRINews, Kab. Lombok Barat
Pencoretan sejumlah data warga penerima bantuan sosial atau bansos yang memicu protes dari sejumlah kepala desa menjadi perhatian Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Lombok Barat, Arief Suryawirawan, mengatakan pihaknya akan mendorong pemerintah desa untuk melakukan pembenahan dan sinkronisasi data desil. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.
Ia menjelaskan, pembaruan data tidak hanya berkaitan dengan penentuan warga yang berhak atau tidak berhak menerima bantuan. Menurutnya, pembaruan juga diperlukan agar setiap perubahan status penerima dapat diketahui secara transparan hingga tingkat desa dan lingkungan.
“Kami akan segera mendorong dan mengajak pemerintah desa untuk melakukan pembenahan serta sinkronisasi data desil. Sehingga bantuan dari pemerintah itu betul-betul diterima oleh masyarakat yang memenuhi kriteria,” ujar Arief Suryawirawan, Kamis, 3 September 2026.
Menurutnya, proses sinkronisasi diperlukan untuk menyelesaikan perbedaan atau perubahan data penerima bantuan yang terjadi di lapangan. Dinsos P3A Lombok Barat menyatakan siap membantu pemerintah desa dalam proses tersebut.
“Pembaruan data ini bukan hanya untuk menentukan siapa yang berhak dan tidak berhak menerima bantuan, tetapi juga bagaimana setiap perubahan status penerima itu bisa diketahui secara transparan sampai ke tingkat desa dan lingkungan,” jelasnya.
Arief Suryawirawan menambahkan, data yang telah diperbarui nantinya akan disampaikan kembali kepada pemerintah desa secara jelas sehingga dapat menjadi dasar dalam melakukan pemutakhiran data penerima bantuan sosial.
Berdasarkan data Dinsos P3A Kabupaten Lombok Barat, terdapat sekitar 440 ribu jiwa atau 118 ribu kepala keluarga (KK) yang masuk dalam kelompok data desil 1 hingga desil 5.
Namun, jumlah tersebut tidak serta-merta merupakan jumlah penerima bansos. Saat ini, Dinsos P3A Lombok Barat masih melakukan pemetaan untuk merinci jumlah KK yang telah menerima bantuan maupun masyarakat yang belum tersentuh program bantuan sosial.
Pemutakhiran dan sinkronisasi data tersebut diharapkan dapat memperjelas kondisi penerima bansos di tingkat desa sekaligus memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.










