TVRINews, Kabupaten Lombok Tengah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi potensi kenaikan harga dan isu kelangkaan bahan pangan menjelang Hari Raya Iduladha.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Satriawan mengatakan pihaknya memastikan stok kebutuhan seperti minyak goreng, beras, dan sayur-mayur masih aman.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak menimbun kebutuhan pokok,” jelas Lalu Satriawan, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menambahkan pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan distribusi dan ketersediaan bahan pangan di pasaran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Terkait minyak goreng bersubsidi, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bulog untuk menambah pasokan menjelang Idul Adha.
“Untuk minyak goreng subsidi, kami sudah berkoordinasi dengan Bulog dan jumlah pasokan akan ditambah. Sementara kenaikan harga minyak goreng non subsidi lebih dipengaruhi mahalnya harga kemasan plastik,” katanya.
Pemerintah berharap masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan tidak mudah terpancing isu kelangkaan barang agar stabilitas harga di pasaran tetap terjaga.
Berdasarkan pantauan tvrinews.com di Pasar Induk Renteng, Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sejumlah komoditas sayuran mulai mengalami kenaikan harga.
Salah seorang pedagang sayur, Juminah, mengaku kenaikan harga plastik kemasan turut memengaruhi harga jual sayuran di pasaran.
“Sayuran seperti kol, kangkung, dan sayur hijau lainnya sekarang mulai naik harga. Plastik juga mahal, jadi kami bingung kalau tidak ikut menaikkan harga jual,” ujar Juminah.
Ia mengatakan sebagian pembeli masih belum memahami kondisi kenaikan harga tersebut dan tetap ingin membeli dengan harga lama.
“Kadang pembeli maunya tetap harga biasa, padahal modal kami juga naik. Kami berharap pembeli bisa memahami kondisi sekarang,” pungkasnya.










