TVRINews, Kota Mataram
Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memperketat pengawasan terhadap sistem presensi online Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi kecurangan, khususnya penggunaan aplikasi fake GPS dalam proses absensi digital.
Kepala BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono, mengatakan pihaknya bersama Dinas Komunikasi dan Informatika secara rutin melakukan pengujian sistem untuk memastikan keamanan aplikasi presensi ASN.
Menurutnya, berbagai simulasi dilakukan untuk menguji ketahanan sistem, termasuk pengaturan radius presensi hingga pengecekan kemungkinan absensi dari luar lokasi kerja.
“Upaya ini dilakukan untuk menjaga integritas sistem presensi digital sekaligus memastikan kedisiplinan ASN tetap terjaga,” ujar Taufik, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, apabila dalam pengujian ditemukan celah keamanan, sistem akan segera diperbarui oleh tim teknis agar tidak dapat disalahgunakan.
Pemkot Mataram juga memastikan aplikasi presensi yang digunakan telah dilengkapi fitur pendeteksi penggunaan fake GPS guna meminimalkan potensi manipulasi lokasi.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus pelanggaran atau manipulasi presensi di lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Namun, pemerintah tetap menegaskan akan memberikan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran.
“Manipulasi lokasi presensi merupakan bentuk pelanggaran disiplin ASN dan dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Pemerintah Kota Mataram berharap penguatan sistem pengawasan ini dapat meningkatkan kedisiplinan ASN sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan lebih optimal dan akuntabel.










