TVRINews, Kabupaten Dompu
Musim panen tembakau menjadi momentum yang dinantikan petani di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, di tengah aktivitas panen, petani masih menghadapi persoalan ketidakpastian harga jual hasil produksi.
Sejak awal musim tanam, petani harus mengeluarkan modal untuk berbagai kebutuhan produksi, mulai dari pengolahan lahan, benih, pupuk, obat-obatan hingga biaya tenaga kerja.
Sementara saat memasuki musim panen, harga jual tembakau belum sepenuhnya memberikan kepastian terhadap pendapatan yang akan diterima petani.
Kondisi tersebut membuat petani berharap pemerintah turut memberikan perlindungan terhadap hasil panen, salah satunya melalui kebijakan yang dapat memberikan kepastian harga atau harga dasar tembakau di tingkat petani.
Hal tersebut disampaikan Hamid H. Muhammad, petani tembakau di Kabupaten Dompu. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan harga, mengingat besarnya biaya yang harus dikeluarkan petani selama proses produksi.
“Kami berharap pemerintah memberikan perlindungan kepada petani, terutama terkait harga hasil panen. Karena dari awal tanam sampai panen, biaya yang kami keluarkan cukup besar. Kami berharap ada kepastian harga sehingga hasil yang kami dapat bisa sesuai dengan biaya dan tenaga yang sudah dikeluarkan,” ujar Hamid H. Muhammad, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, kepastian harga menjadi salah satu faktor penting bagi petani untuk menentukan keberlanjutan usaha tembakau. Harga yang lebih pasti dinilai dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu petani memperoleh penghasilan yang layak.
Petani juga berharap kebijakan pemerintah dapat memperkuat posisi tawar mereka, terutama ketika memasuki musim panen dan berhadapan dengan mekanisme pasar.
Dengan adanya kepastian nilai jual, petani berharap hasil kerja keras selama satu musim tanam dapat memberikan pendapatan yang sepadan serta mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Yang kami harapkan, hasil kerja keras selama satu musim tanam ini bisa memberikan penghasilan yang layak bagi petani. Kalau harga ada kepastian, tentu kami juga lebih tenang untuk melanjutkan usaha menanam tembakau,” tutupnya.









