TVRINews, Kab. Lombok Tengah
Puncak musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD setempat hingga kini telah mendistribusikan sebanyak 75 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Lombok Tengah, Ridwan Ma'ruf, mengatakan saat ini wilayah Kabupaten Lombok Tengah tengah memasuki puncak musim kemarau. Sejumlah wilayah mulai mengalami krisis air bersih, terutama di Kecamatan Jonggat dan Praya Timur.
“Saat ini Kabupaten Lombok Tengah sedang mengalami puncak musim kemarau. Sampai saat ini kita sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 75 tangki,” ujar Ridwan Ma'ruf, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, bantuan air bersih telah disalurkan ke masyarakat di Kecamatan Jonggat dan Praya Timur. Sebagian distribusi juga masih berlangsung untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Namun, proses pendistribusian air bersih saat ini menghadapi kendala ketersediaan bahan bakar solar. Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan bagi BPBD dalam mengoperasikan kendaraan tangki untuk menyalurkan air kepada masyarakat.
Ridwan Ma'ruf menjelaskan, pihaknya bahkan harus membeli solar menggunakan jerigen untuk memastikan proses distribusi air bersih tetap berjalan.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Lombok Tengah masih memiliki stok sekitar 150 tangki air bersih yang diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan distribusi hingga beberapa bulan ke depan.
“Stok kita masih sekitar 150 tangki dan diperkirakan aman sampai beberapa bulan ke depan, karena musim kemarau diperkirakan masih cukup lama,” jelasnya.
BPBD Lombok Tengah memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan ke wilayah yang mengalami krisis air, dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.









