TVRINews, Lombok Tengah
Tingkat keterisian hotel dan akomodasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika telah mencapai hampir 100 persen. Kondisi tersebut terjadi tiga pekan sebelum balapan yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini mengatakan permintaan akomodasi diperkirakan masih meningkat seiring semakin dekatnya pelaksanaan MotoGP Mandalika. Saat ini terdapat sekitar 1.560 unit hotel dan akomodasi yang tersebar di sejumlah wilayah NTB.
Untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas penginapan, InJourney melalui ITDC menyiapkan Official Camping Ground di zona barat kawasan Kuta Beach Park, The Mandalika. Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Oktober 2026, atau sehari sebelum rangkaian balapan dimulai.
Selain akomodasi, kapasitas penerbangan menuju dan dari NTB juga ditambah. Sebanyak 66 penerbangan tambahan telah tercatat selama periode penyelenggaraan MotoGP, dengan sebagian besar menggunakan pesawat berbadan lebar.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan penambahan kapasitas dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, pengelola kawasan, serta pihak penyelenggara.
Menurut Maya, peningkatan kunjungan wisatawan harus diimbangi dengan kesiapan akomodasi, transportasi, keamanan, dan berbagai layanan selama wisatawan berada di NTB.
Tingginya tingkat keterisian hotel dan penambahan penerbangan menunjukkan peningkatan mobilitas wisatawan selama periode MotoGP. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha pariwisata, UMKM, sektor kuliner, dan ekonomi kreatif untuk memperoleh manfaat dari peningkatan kunjungan.
Wisatawan yang datang juga diharapkan tidak hanya beraktivitas di sekitar kawasan sirkuit, tetapi memperpanjang masa tinggal dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata serta menikmati produk lokal di sejumlah wilayah NTB.










