TVRINews, Kota Mataram
Dinas Perdagangan Kota Mataram mengusulkan tambahan alokasi elpiji subsidi 3 kilogram untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tahun 2026.
Usulan tambahan pasokan tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat libur nasional, sekaligus menjaga ketersediaan energi masyarakat agar tidak terjadi kekurangan pasokan.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan kebutuhan elpiji diperkirakan meningkat selama momentum Maulid. Hal ini tidak terlepas dari tradisi perayaan Maulid di Kota Mataram dan Pulau Lombok yang berlangsung secara bergantian sepanjang bulan Maulid.

"Pihaknya menyiapkan usulan tambahan alokasi atau ekstra dropping elpiji subsidi kepada Pertamina sebagai langkah antisipasi peningkatan konsumsi masyarakat sekaligus potensi kendala distribusi akibat libur nasional," ujar Sri Wahyunida, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, penghentian distribusi selama satu hari berpotensi memengaruhi penyaluran pada hari berikutnya. Karena itu, tambahan pasokan dinilai penting untuk memastikan distribusi tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Namun, besaran tambahan kuota hingga kini belum ditetapkan karena masih menunggu pemetaan kebutuhan di masing-masing wilayah. Dinas Perdagangan bersama Hiswana Migas nantinya akan mengatur pola penyaluran dengan memprioritaskan kecamatan yang lebih dahulu menggelar perayaan Maulid.
Sri Wahyunida menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok elpiji subsidi 3 kilogram di Kota Mataram saat ini masih dalam kondisi aman dan penyaluran berjalan sesuai kontrak pangkalan.
Pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk mencegah kekurangan stok yang berpotensi berkembang menjadi kelangkaan dan memicu kenaikan harga.
Selain elpiji, ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok serta bahan penting lainnya juga terus dipantau selama momentum hari besar keagamaan.









