TVRINews, Kota Mataram
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang terjadi di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. Melalui Dinas Kesehatan NTB, pemerintah menargetkan capaian imunisasi campak mencapai 95 persen untuk menekan penyebaran kasus di tiga wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, menyampaikan bahwa salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di seluruh puskesmas dengan sasaran bayi dan balita usia 9 hingga 59 bulan.
“Kami menargetkan capaian imunisasi campak di wilayah terdampak KLB mencapai 95 persen. Sasaran utama program ini adalah bayi dan balita usia 9 sampai 59 bulan sebagai kelompok yang paling rentan terhadap penularan campak,” ujar Lalu Hamzi Fikri, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, capaian imunisasi di masing-masing daerah masih terus ditingkatkan. Di Kabupaten Bima sudah mencapai 83 persen, Kota Bima 61,8 persen, sementara Kabupaten Dompu masih berada di angka 50 persen.
Untuk mendukung percepatan program, Dinas Kesehatan NTB telah mengajukan tambahan vaksin ke Kementerian Kesehatan. Permintaan tersebut telah dipenuhi dengan pengiriman 20 ribu vial atau setara 200 ribu dosis vaksin campak ke NTB.
“Seluruh vaksin yang dikirim telah didistribusikan ke tiga daerah terdampak agar pelaksanaan ORI bisa menjangkau kelompok rentan, terutama bayi dan balita, secara lebih cepat dan merata,” tambahnya.
Saat ini, pelaksanaan ORI berlangsung di 38 puskesmas dengan target sasaran mencapai 81.237 jiwa. Selain imunisasi, pemerintah juga memperkuat upaya penanganan melalui surveilans aktif, pelacakan kontak, pemberian vitamin A, edukasi masyarakat, serta memastikan ketersediaan logistik dan layanan kesehatan di lapangan.










