TVRINews, Kab. Lombok Barat
Sekolah Rakyat menjadi salah satu pilihan pendidikan bagi anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini memberikan layanan pendidikan tanpa pungutan biaya, sehingga membantu mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Salah satu orang tua siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama atau SR-MP 18 Lombok Barat, Murniati, mengaku terbantu dengan keberadaan sekolah tersebut. Warga Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, ini tidak lagi terbebani biaya pendidikan anaknya.
“Anak saya sudah sekitar satu setengah tahun sekolah di sini. Selama sekolah di SR-MP 18, saya melihat ada perubahan positif, terutama dari perilakunya. Anak saya sekarang lebih disiplin dan ada perubahan yang saya rasakan dalam kesehariannya,” ujar Murniati, Rabu, 9 September 2026.
Sementara itu, Kepala SR-MP 18 Lombok Barat, Satria Irwandi, mengatakan program Sekolah Rakyat memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Sekolah Rakyat memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Pembelajaran di sekolah tidak hanya berfokus pada materi akademik, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan perilaku siswa,” ujar Satria Irwandi.
SR-MP 18 Lombok Barat mulai beroperasi pada Juli 2025. Sejak berdiri, sekolah tersebut telah menampung 100 siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Selain memberikan pendidikan tanpa biaya, keberadaan Sekolah Rakyat juga membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga. Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang terkendala kondisi ekonomi.
Dengan layanan pendidikan gratis serta pembinaan akademik dan karakter, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang layak.










