TVRINews, Mataram
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menilai penambahan personel Kantor SAR Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah tersebut.
Saat ini, Kantor SAR Mataram memiliki 128 personel yang bertugas menangani wilayah kerja cukup luas dengan beragam potensi kedaruratan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan penguatan sumber daya manusia perlu diimbangi dengan koordinasi dan kolaborasi lintas instansi agar penanganan keadaan darurat dapat berjalan optimal.

(Foto: Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii)
“Koordinasi dan kolaborasi lintas instansi sangat dibutuhkan untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan agar dapat berjalan dengan aman dan efektif,” ujar Syafii, Senin, 2 November 2026
Menurutnya, jumlah personel yang tersedia saat ini masih perlu ditingkatkan untuk mendukung kesiapan operasi SAR, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di wilayah NTB.
Selain penguatan personel, Basarnas juga mendorong adanya dukungan helikopter untuk mempercepat waktu respons dalam penanganan keadaan darurat.
Keberadaan sarana udara tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas petugas, memperluas jangkauan operasi, serta meningkatkan efektivitas pencarian dan pertolongan.
Kebutuhan penguatan personel dan sarana pendukung tersebut juga menjadi perhatian dalam menghadapi berbagai kegiatan berskala besar di NTB, termasuk penyelenggaraan ajang MotoGP Mandalika.









