TVRINews, Kota Mataram
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan lima kabupaten berstatus siaga kekeringan seiring memasuki musim kemarau. Sejumlah langkah antisipasi mulai dilakukan, termasuk penyaluran air bersih dan usulan pembangunan sumur bor di wilayah rawan terdampak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan lima daerah yang saat ini berstatus siaga kekeringan yakni Kabupaten Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok Timur, dan Lombok Barat.
"Statusnya saat ini masih berada pada tahap siaga dan belum ditingkatkan menjadi tanggap darurat. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak," ujar Sadimin, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurutnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga 10 bulan. Bahkan, NTB termasuk empat besar provinsi dengan tingkat kerawanan kekeringan tertinggi di Indonesia.
Hingga saat ini, permintaan distribusi air bersih baru diterima dari Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Barat. BPBD memastikan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Selain penyaluran air bersih, BPBD Provinsi NTB juga mengusulkan pembangunan 106 sumur bor di kawasan rawan kekeringan sebagai solusi jangka panjang.
"Usulan pembangunan 106 sumur bor telah disiapkan untuk wilayah rawan kekeringan, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp300 juta hingga Rp350 juta untuk setiap sumur," tambahnya.
Pemerintah berharap langkah mitigasi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mengurangi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang tahun ini.









