TVRINews, Mataram
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mencari solusi atas persoalan krisis air bersih yang selama ini melanda wilayah selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dan Kepala BRIN, Arif Satria. Salah satu langkah yang diusulkan adalah pemanfaatan teknologi riset untuk memetakan potensi sumber air bawah tanah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Gubernur NTB mengatakan, pengalaman pemanfaatan teknologi nuklir untuk pemetaan aliran sungai bawah tanah di Indonesia menjadi salah satu dasar pengajuan kerja sama tersebut.

“Kami melihat teknologi yang pernah digunakan untuk memetakan aliran sungai bawah tanah memiliki potensi untuk membantu mengatasi persoalan ketersediaan air bersih di NTB, khususnya di wilayah selatan Lombok dan Sumbawa,” ujar Iqbal.
Menurutnya, masyarakat di sejumlah kawasan pesisir selatan masih menghadapi keterbatasan akses air bersih yang telah berlangsung cukup lama. Karena itu, dukungan riset dan inovasi dinilai penting untuk menemukan solusi yang berkelanjutan.
“Harapan kami, hasil riset ini dapat membuka peluang pemanfaatan sumber air baru sehingga kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi dengan lebih baik,” katanya.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan kesiapan lembaganya untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama riset dengan Pemerintah Provinsi NTB.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Pendekatan berbasis riset dan sains menjadi langkah penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di daerah,” ujar Arif.
Selain membahas solusi krisis air bersih, pertemuan tersebut juga menyoroti potensi pengembangan sektor perikanan di NTB. Pemerintah daerah berharap BRIN dapat mendukung riset budidaya ikan karang bernilai ekonomi tinggi guna meningkatkan daya saing produk perikanan daerah.
Pemprov NTB menilai kolaborasi dengan BRIN dapat memperkuat pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung pembangunan daerah, baik di sektor penyediaan air bersih maupun pengembangan ekonomi berbasis sumber daya kelautan.










