TVRINews, Kabupaten Lombok Tengah
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ternyata membawa dampak positif bagi sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi ini membuat produk kerajinan lokal semakin kompetitif di pasar internasional dan mendorong peningkatan permintaan dari luar negeri.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lombok Tengah, Baiq Yuliana, mengatakan minat pasar internasional terhadap produk kerajinan daerah mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, pelemahan rupiah membuat harga produk kerajinan lokal menjadi lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri, sehingga meningkatkan daya saing produk UMKM Lombok Tengah di pasar global.
“Pesanan berbagai produk kerajinan seperti anyaman ketak, tenun, dan kriya lainnya terus berdatangan dari sejumlah negara di Eropa, termasuk Jerman, serta beberapa negara di kawasan Asia,” ujar Baiq Yuliana, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menilai peningkatan permintaan tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional yang terus berkembang.
Dampak positif tersebut juga dirasakan langsung oleh para pengrajin tenun di Desa Sukarare, Kecamatan Jonggat. Salah satunya Icah, pengrajin tenun yang hingga kini masih mempertahankan proses produksi secara manual.
Icah mengaku saat ini lebih banyak memproduksi kain songket berdasarkan pesanan konsumen. Untuk menyelesaikan satu lembar kain songket, dibutuhkan waktu hingga satu bulan, tergantung tingkat kerumitan motif dan ukuran kain yang dikerjakan.
“Permintaan terus ada sehingga kami berusaha menyesuaikan motif dan jenis produk sesuai kebutuhan pasar,” ungkapnya.
Selain songket, Icah juga memproduksi berbagai jenis kain tenun lainnya dengan total produksi mencapai sekitar 25 helai setiap bulan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berharap meningkatnya minat pasar internasional terhadap produk kerajinan lokal dapat menjadi pendorong pertumbuhan UMKM, memperluas peluang ekspor, serta memperkuat posisi produk unggulan daerah di pasar global.










