TVRINews, Kabupaten Lombok Timur
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi membuka penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 dengan kuota 90 peserta didik. Program pendidikan berbasis asrama ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Kepala SRMA 38 Lombok Timur, Ahmad Afandi, menjelaskan bahwa proses penerimaan dilakukan melalui penjangkauan langsung kepada keluarga calon siswa yang masuk kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN).
“Berbeda dengan sekolah umum lainnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara terbuka,” ujarnya.
Tim sekolah bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan pendataan, verifikasi, hingga wawancara terhadap calon siswa dan keluarga mereka untuk memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Ahmad Afandi menyebutkan bahwa kuota tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang mencapai 125 siswa. Penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan kapasitas layanan pendidikan dan fasilitas asrama yang tersedia.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tetap dilakukan ketat dan transparan, memprioritaskan keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
“Pola penerimaan ini dimaksudkan untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Program pendidikan gratis di SRMA 38 Lombok Timur diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus turut menekan angka putus sekolah di wilayah tersebut. Sebagai sekolah berbasis asrama, SRMA memberikan pembinaan akademik dan karakter secara intensif kepada peserta didiknya.
Ahmad Afandi juga menambahkan bahwa meskipun kuota penerimaan di SRMA 38 Lombok Timur menurun pada tahun ajaran 2026/2027, secara nasional jumlah penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat justru mengalami peningkatan signifikan.
“Pemerintah menargetkan jumlah penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat secara nasional mencapai lebih dari 32 ribu siswa pada tahun ajaran 2026/2027,” ujarnya.










