TVRINews, Kabupaten Dompu
Jumlah suspek campak di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan setempat mencatat hingga pekan terbaru terdapat 750 suspek campak. Angka tersebut bertambah 129 kasus dibandingkan data pada minggu ke-20 yang tercatat sebanyak 621 suspek.
Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu. Pemantauan melalui surveilans terus diperkuat untuk mengetahui perkembangan kasus sekaligus mencegah potensi penularan di tengah masyarakat.
Tim Kerja Surveilans P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Nasrullah, mengatakan pemerintah juga melakukan penguatan imunisasi melalui program Outbreak Response Immunization (ORI). Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan perlindungan anak dari risiko penularan campak.
"Melalui program ORI, kami menyasar 25.705 anak usia lima hingga 59 bulan. Imunisasi ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan anak, terutama bagi mereka yang belum memperoleh imunisasi secara lengkap," ujar Nasrullah, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, campak merupakan penyakit yang memiliki tingkat penularan tinggi. Karena itu, upaya pencegahan dilakukan secara bersamaan melalui imunisasi, surveilans, serta pemantauan terhadap anak yang menunjukkan gejala mengarah pada campak.

Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya juga menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) suspek campak di tiga wilayah, yakni Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTB hingga minggu ketujuh 2026, tercatat 985 suspek campak di tiga wilayah tersebut.
Namun, data suspek tidak dapat langsung disamakan dengan kasus campak yang telah terkonfirmasi. Setiap temuan masih membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis.
Dinas Kesehatan mengingatkan orang tua untuk memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal. Jika anak mengalami gejala yang mengarah pada campak, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
Dengan terus meningkatnya jumlah suspek di Dompu, pemerintah daerah memperkuat langkah surveilans dan imunisasi sebagai bagian dari upaya mengendalikan potensi penyebaran campak di masyarakat.










