TVRINews, Mataram
Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana menambah satu unit Early Warning System (EWS) tsunami di kawasan pesisir Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 2027. Penambahan perangkat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem peringatan dini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana tsunami.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Budi Wartono, mengatakan rencana penambahan satu unit EWS tersebut telah mendapat persetujuan dari BNPB. Perangkat baru nantinya direncanakan ditempatkan di kawasan pesisir bagian selatan Kota Mataram, tepatnya di sekitar Pantai Gading.
Menurut Budi, keberadaan EWS tambahan tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan sistem peringatan dini, terutama untuk masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir selatan Kota Mataram. Saat ini, Kota Mataram telah memiliki tiga unit EWS tsunami yang ditempatkan di sejumlah lokasi, yakni Pantai Loang Baloq, Pantai Bintaro, dan Kantor Lurah Jempong Baru
“BNPB mengapresiasi Pemerintah Kota Mataram yang dinilai mampu menjaga dan memelihara perangkat EWS yang sebelumnya telah dihibahkan. BNPB juga berencana menambah satu unit EWS di kawasan pesisir selatan melalui anggaran tahun 2027,” ujar Budi Wartono, Minggu, 25 September 2026.
Keberadaan perangkat tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung penyampaian informasi peringatan dini kepada masyarakat ketika terdapat potensi tsunami.
Penambahan satu unit EWS di kawasan Pantai Gading diharapkan dapat memperkuat sistem yang telah tersedia sekaligus memperluas jangkauan peringatan ke wilayah pesisir lainnya. Dengan cakupan yang lebih luas, masyarakat di kawasan yang berpotensi terdampak dapat memperoleh informasi peringatan dini dengan lebih cepat.
Budi juga menyebut, penguatan sistem peringatan dini tidak hanya dilakukan melalui penambahan perangkat. Pemerintah Kota Mataram juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melakukan pemeliharaan terhadap perangkat EWS yang sebelumnya telah diberikan oleh BNPB agar tetap dapat berfungsi secara optimal.
Di sisi lain, keberadaan EWS perlu diikuti dengan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Warga yang berada di kawasan pesisir perlu memahami informasi peringatan dini, mengenali tanda-tanda potensi tsunami, serta mengetahui jalur dan lokasi evakuasi yang telah ditentukan.
Kesiapsiagaan menjadi faktor penting karena peringatan dini akan lebih efektif apabila masyarakat dapat segera merespons informasi yang diterima. Ketika peringatan tsunami dikeluarkan, warga di kawasan berisiko diharapkan tidak panik dan dapat segera melakukan evakuasi menuju tempat yang lebih aman sesuai prosedur.
Dengan rencana penambahan satu unit EWS pada 2027, Pemerintah Kota Mataram berharap sistem peringatan dini tsunami di wilayah pesisir semakin kuat dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. Penguatan infrastruktur tersebut juga diharapkan berjalan seiring dengan edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan warga sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko dampak bencana tsunami.










