TVRINews, Kota Mataram
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat meningkatkan pengawasan kesehatan ternak serta memperluas vaksinasi guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban tetap sehat, aman, dan layak dikurbankan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhammad Riadi, mengatakan pengawasan kesehatan ternak terus diperketat mengingat NTB masih menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian terkait temuan kasus PMK.
“Pengawasan kami fokuskan pada lalu lintas ternak serta kondisi kesehatan hewan di kandang-kandang milik masyarakat. Ini penting untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak sebelum didistribusikan ke masyarakat,” ujar Muhammad Riadi, Selasa, 5 Mei 2026.
Selain pengawasan, Dinas Peternakan juga terus menggencarkan program vaksinasi PMK secara langsung ke kandang-kandang ternak. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil pemantauan petugas di lapangan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendeteksi dini potensi penyebaran PMK. Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan gejala penyakit pada ternak, seperti luka pada bagian mulut dan kuku, penurunan kondisi fisik, hingga gejala lesu pada hewan.
“Jika masyarakat menemukan gejala PMK pada ternak, kami harap segera melapor. Dengan penanganan cepat dan tepat, penyebaran penyakit dapat ditekan, sehingga ketersediaan hewan kurban yang sehat dan aman tetap terjaga menjelang Iduladha,” tambahnya.
Melalui pengawasan intensif dan percepatan vaksinasi, Pemerintah Provinsi NTB berharap penyebaran PMK dapat dikendalikan, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kesehatan dan kelayakan hewan kurban tahun ini.










