TVRINews, Mataram
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai 13,24 persen dan menempati posisi kedua tertinggi secara nasional dinilai menjadi modal kuat untuk menarik investasi serta mempercepat pengembangan sektor-sektor unggulan di daerah.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi NTB yang dinilai menunjukkan potensi besar bagi pengembangan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 13,24 persen menempatkan daerah ini sebagai yang tertinggi kedua di Indonesia. Capaian ini menjadi modal penting untuk menarik investasi dan mendorong pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujar Anindya Novyan Bakrie, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi NTB ditopang oleh sektor industri pengolahan, pariwisata, dan agribisnis. Selain itu, industri garam juga dinilai memiliki prospek yang menjanjikan karena garam produksi NTB memiliki tingkat kemurnian hingga 98 persen sehingga berpotensi bersaing di pasar internasional.
Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan penguatan sektor-sektor produktif agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Diversifikasi ekonomi perlu terus didorong agar pertumbuhan daerah tidak bergantung pada sektor pertambangan dan industri pengolahannya,” kata Lalu Muhamad Iqbal.
Pemerintah Provinsi NTB bersama Kadin Indonesia berkomitmen mendorong pengembangan sektor pangan dan industri garam, sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing. Langkah tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak investor serta memperkuat struktur perekonomian NTB di masa mendatang.









