TVRINews, Lombok Tengah
Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 terus dimatangkan menjelang pelaksanaan 9–11 Oktober mendatang. Selain memastikan kesiapan sirkuit, penyelenggara bersama pemerintah daerah dan pelaku pariwisata menyiapkan transportasi, akomodasi, keamanan, layanan kesehatan hingga keterlibatan masyarakat.
Tingkat okupansi akomodasi di NTB menjelang ajang balap tersebut disebut telah mendekati 100 persen. Kondisi ini diperkirakan meningkat seiring semakin dekatnya race week.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini mengatakan tingginya permintaan akomodasi menunjukkan peningkatan kunjungan selama periode penyelenggaraan.

"Di sisi konektivitas, tercatat tambahan 66 penerbangan dari dan menuju NTB selama periode event. Hampir seluruh penerbangan tambahan tersebut menggunakan pesawat berbadan lebar," kata Ni Ketut Wolini, dikutip Jumat, 18 September 2026.
Peningkatan aktivitas wisatawan juga diikuti keterlibatan masyarakat lokal. Sekitar 3.000 tenaga kerja lokal akan dilibatkan, termasuk 2.200 volunteer. Sementara 213 UMKM disiapkan untuk ikut dalam rangkaian penyelenggaraan.
Kesiapan transportasi di kawasan juga diperkuat dengan 118 shuttle selama 9–11 Oktober. Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan tambahan 35 shuttle untuk mendukung mobilitas penonton di luar kawasan.
Dari sisi pengamanan, sebanyak 170 personel security dan 550 personel crowd control disiapkan. Layanan kesehatan mencakup personel medis, peralatan, helikopter medis, layanan rujukan hingga Mini ICU VIP.
Di Pertamina Mandalika International Circuit, pekerjaan fisik juga terus berjalan menuju homologasi FIM Grade A yang dijadwalkan 8 Oktober 2026.
Progres civil works mencapai 90 persen, backbone 80 persen, track painting 60 persen dan race electronic 60 persen. Sejumlah pekerjaan lain seperti kelistrikan, fire protection, storage circuit dan common garage telah mencapai 100 persen.
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola mengatakan pemeriksaan lintasan dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan menuju homologasi berjalan sesuai kebutuhan.
Persiapan race operation juga mencakup 400 marshal yang akan menjalani pelatihan pada 5–8 Oktober. Sementara dari 27 kontainer logistik melalui jalur laut, 13 di antaranya telah tiba di kawasan.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan seluruh kebutuhan penyelenggaraan memasuki tahap eksekusi dan harus diselesaikan sesuai target.
Pemerintah Provinsi NTB menargetkan penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berlangsung aman dan lancar, tetapi juga memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal, volunteer, UMKM dan talenta daerah.
Rangkaian kegiatan juga diperluas melalui Watch Party pada 4 Oktober, Riders Parade di Mataram serta Opening Ceremony pada 11 Oktober dengan melibatkan budaya dan talenta lokal.
Sementara penjualan tiket secara keseluruhan telah mencapai 53 persen. Untuk alokasi khusus pemegang KTP NTB tahap pertama sebanyak 2.900 tiket, sebanyak 91 persen telah terjual dan penjualan tahap kedua akan segera dibuka.
Dengan waktu sekitar tiga pekan menuju race week, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan peningkatan kunjungan dapat diimbangi kesiapan layanan pariwisata dan penyelenggaraan di kawasan The Mandalika.










