TVRINews, Lombok Tengah
Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sukses mendongkrak perekonomian lokal. Sebanyak 769 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berhasil mencatatkan total omzet mencapai Rp2,94 miliar selama tiga hari gelaran balap internasional tersebut pada 9–11 Oktober 2026.
Aktivitas perdagangan tersebut berlangsung di berbagai titik komersial, baik di dalam maupun di luar kawasan Pertamina Mandalika International Circuit. Penjualan mencapai puncaknya pada hari ketiga penyelenggaraan dengan omzet sekitar Rp1,63 miliar atau menyumbang 55,7 persen dari total transaksi selama tiga hari.
Dari sisi produk, kuliner lokal menjadi kategori dengan kontribusi penjualan terbesar yakni 29,7 persen. Capaian ini disusul oleh produk kopi sebesar 22,9 persen, minuman 20 persen, makanan ringan 16,8 persen, dan makanan Barat 10,7 persen.
Sejumlah tenant mencatatkan nilai penjualan menonjol selama ajang berlangsung, di antaranya Soto Seger Boyolali, Batagor Sultan, dan Bakso Maulana Barokah.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat aktivitas perdagangan di kawasan sirkuit melibatkan 310 tenant yang terdiri atas 300 UMKM dan 10 merek nasional.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 180 merupakan UMKM Dinas, 73 tenant berada di area festival, 47 tenant di area grandstand, serta masing-masing lima tenant di area Nusantara dan Paddock Cafe.
Keterlibatan pelaku usaha juga mencakup 34 UMKM binaan InJourney Group dan 30 UMKM binaan Pertamina. Selain itu, pelaku usaha dari 10 kabupaten/kota di NTB turut berpartisipasi melalui Lombok Sumbawa Festival.
Sementara di luar kawasan sirkuit, sebanyak 459 UMKM meramaikan aktivitas perdagangan di sejumlah titik. Rinciannya meliputi 189 UMKM di Bazaar Mandalika dan Mandalika Street Food Festival (MSFF) Vol. II serta 270 UMKM di area parkir dan sekitar sirkuit.

Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana mengatakan keterlibatan UMKM dalam ajang internasional tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pasar dan meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, peningkatan kapasitas usaha perlu terus dilakukan agar UMKM mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
“Ke depan, ITDC akan mendorong peningkatan kapasitas UMKM, mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, hingga akses pemasaran. Dengan kesiapan usaha yang semakin baik, pelaku UMKM diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas dan memanfaatkan peluang ekonomi dari berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan The Mandalika,” ujar Febrina.
Berdasarkan kategori lokasi, kontribusi omzet terbesar berasal dari Commercial Booth sebesar Rp1,12 miliar atau 38,3 persen. Selanjutnya, UMKM Binaan mencatatkan Rp848,99 juta atau 28,9 persen, UMKM Dinas Rp715,01 juta atau 24,3 persen, dan Paddock Area Rp251,38 juta atau 8,5 persen.
Selain aktivitas perdagangan di area komersial, ITDC juga menghadirkan Mandalika Street Food Festival Vol. II pada 9–10 Oktober 2026 di kawasan Bazaar Mandalika.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha dan komunitas untuk memperkenalkan produk kuliner serta kreativitas daerah kepada pengunjung.
Keterlibatan ratusan UMKM dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menunjukkan besarnya aktivitas perdagangan yang tercipta selama penyelenggaraan event internasional di The Mandalika. Namun, keberlanjutan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal juga bergantung pada kemampuan mereka mempertahankan pasar dan meningkatkan kapasitas usaha di luar periode penyelenggaraan event.









