TVRINews, Kota Mataram
Menyusul insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Lombok, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal meminta pihak terkait memperketat standar operasional prosedur (SOP) keselamatan serta sistem pendataan penumpang kapal.
Ia menilai akurasi data manifest menjadi salah satu hal penting yang perlu dibenahi. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyampaikan masih terdapat penumpang yang tidak tercatat dalam daftar manifest.
Menurut Lalu Muhamad Iqbal, data penumpang yang akurat akan memudahkan petugas memastikan jumlah dan identitas penumpang ketika terjadi kondisi darurat.

“Data yang akurat akan memudahkan petugas memastikan jumlah serta identitas penumpang ketika terjadi keadaan darurat,” ujar Lalu Muhamad Iqbal, Jumat, 14 Agustus 2026.
Selain pendataan penumpang, evaluasi juga perlu dilakukan terhadap pengawasan muatan kendaraan yang masuk ke kapal, termasuk kendaraan jenis mobil boks.
Di mana, pemeriksaan terhadap seluruh peralatan keselamatan itu juga dinilai penting untuk memastikan setiap perlengkapan, termasuk alat pemadam api ringan atau APAR, berfungsi dengan baik dan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas masih melakukan pencarian terhadap lima korban yang belum ditemukan.
Muhamad Iqbal berharap, hasil evaluasi terhadap insiden tersebut dapat mendorong perbaikan SOP keselamatan sekaligus memperkuat jaminan keselamatan bagi masyarakat yang menggunakan layanan transportasi laut di masa mendatang.










