TVRINews, Lombok Barat
Komisi V DPR RI mendorong pemanfaatan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat secara lebih optimal. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih serta mendukung irigasi pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan.
Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan NTB II, Abdul Hadi, mengatakan Bendungan Meninting memiliki peran strategis dalam pengelolaan sumber daya air yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dengan kapasitas tampung sekitar 10 juta meter kubik, Bendungan Meninting telah memberikan manfaat dalam mengurangi risiko banjir saat curah hujan tinggi. Namun, potensinya akan jauh lebih besar apabila diintegrasikan dengan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) serta jaringan irigasi yang menjangkau lahan pertanian di Lombok Barat hingga Lombok Tengah,” ujar Abdul Hadi, Jumat, 31 Oktober 2026.
Menurutnya, optimalisasi bendungan tidak hanya akan meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan air irigasi yang lebih memadai.
Untuk mendukung upaya tersebut, Komisi V DPR RI mengusulkan alokasi anggaran sekitar Rp20 miliar guna mengembangkan jaringan distribusi air bersih.
“Pengelolaannya diharapkan dilakukan melalui kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau pengelola SPAM, serta terintegrasi dengan sistem irigasi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan,” tutupnya.









