TVRINews, Kota Mataram
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melontarkan teguran keras kepada sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga mengambil margin tambahan dari pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur di hadapan massa aksi yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur NTB. Ia mengaku telah melakukan inspeksi langsung dan menemukan indikasi adanya praktik pengambilan keuntungan di luar ketentuan yang berpotensi menurunkan kualitas bahan pangan.
“Saya tahu, dan saya sudah turun ke beberapa tempat. Masih ada SPPG yang mencari margin atau keuntungan tambahan dari bahan baku. Akhirnya kualitas menjadi menurun,” kata Lalu Muhamad Iqbal, Senin (22/6/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh anggaran dalam program MBG harus digunakan sepenuhnya untuk pemenuhan gizi anak-anak, bukan untuk kepentingan keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Karena itu, ia meminta agar praktik tersebut segera dihentikan.
“Kalau yang tidak pernah mengambil margin tambahan, alhamdulillah. Tapi yang masih melakukan, berhenti mulai hari ini. Tobat, istigfar, dan luruskan niat,” ujarnya.
Iqbal menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran dalam pelaksanaan program tersebut. Ia bahkan menyatakan akan mendorong penindakan hukum jika praktik serupa masih ditemukan.
“Kalau program MBG ini dilanjutkan dan masih ada yang mengambil margin lebih, saya orang pertama yang akan meminta satgas dan BGN untuk menindak dan menutup SPPG yang melanggar,” tegasnya.










