TVRINews, Kabupaten Lombok Timur
Perum BULOG terus mendorong pemenuhan pangan bergizi sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Beras FortiVit Premium, produk beras yang diperkaya dengan vitamin dan sejumlah zat gizi untuk melengkapi kebutuhan pangan masyarakat.
Sekretaris Perum BULOG, Dhana Putra Prasetya, mengatakan Beras FortiVit dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok, tetapi juga memberikan tambahan nilai gizi bagi konsumen.

“Beras FortiVit dirancang dengan kandungan vitamin dan zat gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan. Proses peracikannya dilakukan secara terukur agar kandungan yang diberikan sesuai dengan standar,” jelas Dhana Putra Prasetya, Selasa, 15 September 2026.
Berbeda dengan beras premium pada umumnya, Beras FortiVit tidak diproduksi BULOG secara massal. Produksi dilakukan berdasarkan kebutuhan dan pesanan, terutama untuk mendukung program pemerintah daerah maupun kelompok yang bergerak dalam bidang kesehatan dan perbaikan gizi.
Pemanfaatan produk tersebut dapat diarahkan untuk mendukung berbagai program, termasuk upaya penurunan stunting, penanganan persoalan gizi, serta pemenuhan pangan bergizi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Dhana menjelaskan, setiap komposisi Beras FortiVit terlebih dahulu melalui proses pengujian di laboratorium sebelum diproduksi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kandungan produk memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pengujian dan pengawasan juga melibatkan BULOG serta Kementerian Kesehatan guna memastikan aspek kualitas dan keamanan produk tetap terjaga.
Menurut Dhana, pola produksi berdasarkan pesanan juga menjadi strategi agar pemanfaatan Beras FortiVit dapat lebih tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing program. Dengan pendekatan tersebut, BULOG berharap produk pangan tidak hanya berperan dalam menjaga ketersediaan beras, tetapi juga ikut mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Untuk harga, Beras FortiVit berada pada kisaran Rp16 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram. Harga tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan beras premium biasa karena produk melalui proses fortifikasi atau peracikan dengan kandungan zat gizi tertentu.
Dhana menilai Beras FortiVit menjadi salah satu bentuk inovasi BULOG dalam mengembangkan pangan pokok yang memiliki nilai tambah. Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyediakan pangan berkualitas sekaligus mendukung masyarakat yang lebih sehat.
Pada akhirnya, pemenuhan pangan bergizi dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.










