TVRINews, Kabupaten Lombok Timur
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi diminta menyesuaikan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok B3 agar kebutuhan gizi penerima manfaat dapat terpenuhi secara optimal.
Program MBG menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mencegah stunting, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Di Kabupaten Lombok Timur, lebih dari 10 ribu penerima manfaat kelompok B3 telah mendapatkan layanan program MBG yang tersebar di 254 desa dan kelurahan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Lombok Timur, Taufiq Hidayatullah, mengatakan pemantauan terhadap kualitas dan kandungan gizi menu MBG terus dilakukan secara berkala.
“Setiap sasaran memiliki kebutuhan gizi yang berbeda sehingga memerlukan penyesuaian menu sesuai usia dan kondisi penerima manfaat,” ujar Taufiq Hidayatullah, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, menu makanan perlu disesuaikan mulai dari kandungan protein, karbohidrat, vitamin, hingga pemanfaatan bahan pangan lokal agar kebutuhan gizi penerima manfaat dapat terpenuhi dengan baik.
Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, masih ditemukan sejumlah penyedia layanan gizi yang belum melakukan pengelompokan menu secara spesifik sesuai kategori penerima manfaat.
Karena itu, pengawasan terhadap kualitas makanan dan distribusi menu terus diperkuat dengan melibatkan tenaga penyuluh dan ahli gizi.
“Keterlibatan ahli gizi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas program, terutama dalam menentukan komposisi makanan yang disajikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, koordinasi dan evaluasi rutin bersama ahli gizi diperlukan agar kualitas menu, kandungan nutrisi, hingga distribusi makanan dalam program MBG tetap berjalan optimal.










