TVRINews, Kota Mataram
Dinas Perdagangan Kota Mataram memastikan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, masih berjalan normal. Meski demikian, pengawasan terus diperketat menyusul tingginya penyerapan masyarakat yang menyebabkan stok di sejumlah pangkalan cepat habis.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan pasokan LPG masih aman dan distribusi berlangsung sesuai mekanisme.
“Secara distribusi, LPG 3 kilogram di Kota Mataram masih normal. Namun tingkat penyerapan masyarakat cukup tinggi, terlihat dari stok di beberapa pangkalan yang habis dalam waktu sehari setelah distribusi,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 350 pangkalan resmi LPG 3 kilogram yang tersebar di Kota Mataram. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga pemerataan distribusi sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, tingginya permintaan membuat stok di tingkat pangkalan cepat terserap. Karena itu, masyarakat diimbau membeli LPG subsidi langsung di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta menghindari praktik penjualan di atas ketentuan.
Sementara itu, pemilik pangkalan LPG, Victor Kusnohondoyo, menyebut distribusi gas bersubsidi sejauh ini tetap stabil. Ia menilai lonjakan pembelian dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan LPG di sejumlah daerah.
“Distribusi sebenarnya normal, tetapi permintaan meningkat karena masyarakat khawatir akan terjadi kelangkaan. Ini yang membuat stok di pangkalan lebih cepat habis,” katanya.
Pemerintah Kota Mataram menegaskan akan terus memperketat pengawasan distribusi, mulai dari tingkat agen hingga pangkalan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi pelanggaran, seperti penimbunan maupun penjualan di atas harga yang ditetapkan.
Dengan pengawasan yang lebih intensif, diharapkan distribusi LPG 3 kilogram tetap lancar, tepat sasaran, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa menimbulkan gejolak harga di pasaran.










