TVRINews, Lombok Tengah
Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, tingkat hunian hotel di kawasan Ring 1 Mandalika terus meningkat. Salah satu hotel di kawasan tersebut, Hotel Raja Mandalika, mencatat okupansi telah menembus lebih dari 85 persen pada H-7 pelaksanaan MotoGP.
Front Office & E-Commerce Supervisor Hotel Raja Mandalika, Tatan Elwathan, mengatakan dari sekitar 200 kamar yang dimiliki, sebagian besar telah terisi melalui pemesanan grup yang didominasi official MotoGP, seperti Dorna Sports, Two Wheels for Life (TGS), MGPA, serta sejumlah perusahaan. Sementara itu, pemesanan melalui platform daring maupun direct booking hanya berkisar 5 hingga 10 persen.
Menurut Tatan, sekitar 110 kamar telah dipesan sejak penyelenggaraan MotoGP 2025 berakhir. Memasuki awal tahun, jumlah reservasi kembali bertambah sekitar 20 hingga 30 kamar, kemudian meningkat lagi pada pertengahan Agustus melalui pemesanan grup. Rata-rata tamu menginap selama tiga hingga tujuh malam, terutama official penyelenggara dan tim logistik Moto2 maupun Moto3.
Meski tingkat hunian terus meningkat, Tatan menilai antusiasme pemesanan tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika pada MotoGP 2025 hampir seluruh kamar telah terjual dan dibayar lunas jauh sebelum pelaksanaan, tahun ini sekitar 15 persen reservasi masih berstatus tentatif.
Ia juga menyambut positif langkah InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yang menghadirkan Official Camping Ground di kawasan Kuta Beach Park, The Mandalika. Menurutnya, fasilitas tersebut bukan menjadi pesaing hotel, melainkan alternatif akomodasi bagi penonton yang ingin tetap berada di kawasan Mandalika selama akhir pekan balapan.
"Kehadiran camping ground merupakan konsep yang lazim diterapkan di berbagai sirkuit MotoGP dunia. Selain memberikan pilihan akomodasi, fasilitas ini juga diharapkan dapat membuat penonton tetap berada di kawasan Mandalika tanpa harus menginap di Mataram maupun Senggigi," ujar Tatan, dikutip Minggu, 6 September 2026.
Official Camping Ground dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Oktober 2026 atau sehari sebelum rangkaian balapan berlangsung. Fasilitas tersebut menyediakan pilihan akomodasi berupa tenda berkapasitas dua dan empat orang, glamping, hingga campervan, yang dilengkapi area kuliner, toilet dan shower, musala, pos kesehatan, shuttle, serta area nonton bersama.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan kehadiran camping ground merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendukung MotoGP Mandalika sekaligus memperluas pilihan akomodasi bagi pengunjung.
Sementara itu, Direktur Utama PT Shekhara Sekawan Sejahtera, Dian Nugroho, menjelaskan konsep camping ground dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung selama mengikuti seluruh rangkaian MotoGP Mandalika, dengan berbagai pilihan akomodasi dan fasilitas pendukung yang telah disiapkan.
Data ITDC menunjukkan, hingga September 2026 tersedia sekitar 13.700 kamar di Pulau Lombok dan kawasan Gili, termasuk 2.550 kamar di kawasan Mandalika. Sepanjang tahun ini, kapasitas akomodasi di Mandalika juga bertambah sekitar 500 kamar untuk mendukung kebutuhan pengunjung selama MotoGP.
Meski pilihan akomodasi terus bertambah, Tatan berharap peningkatan kunjungan penonton juga diikuti meningkatnya jumlah tamu hotel dari kalangan masyarakat umum. Saat ini, tingkat hunian masih didominasi official penyelenggara dan sponsor MotoGP. Persepsi tarif hotel yang tinggi serta promosi paket menginap yang dinilai belum optimal masih menjadi tantangan untuk menarik lebih banyak wisatawan menginap di kawasan Mandalika selama penyelenggaraan MotoGP.










