TVRINews, Mataram
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terus mendorong peningkatan produksi cabai sebagai salah satu langkah untuk menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus menjaga ketersediaan dan stabilitas harga komoditas tersebut di pasaran.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan lahan kosong dan lahan yang sebelumnya tidak produktif untuk dikembangkan menjadi area budidaya cabai. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang dapat memberikan tekanan terhadap inflasi ketika terjadi kenaikan harga.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengapresiasi Dinas Pertanian Kota Mataram yang telah mempersiapkan lahan serta mendorong agar lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat menjadi lebih produktif.
“Keberhasilan panen cabai ini menjadi langkah awal yang akan terus kita kembangkan dengan memperluas area tanam di sejumlah lokasi,” ujar Mohan Roliskana, Senin, 7 September 2026.
Pengembangan pemanfaatan lahan tersebut, lanjutnya, masih akan dilakukan dengan skema non-budgeter. Selain mendukung ketersediaan komoditas pangan, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi kelompok tani yang telah terbentuk di sejumlah wilayah Kota Mataram.
“Pemerintah masih akan menggunakan skema non-budgeter dalam pengembangan program pemanfaatan lahan. Di sisi lain, hal ini juga membuka peluang ekonomi dengan pengelolaan dilakukan oleh kelompok tani yang telah terbentuk di sejumlah wilayah di Kota Mataram,” kata Mohan Roliskana.
Pemkot Mataram selanjutnya akan melakukan pendataan ulang terhadap lahan aset pemerintah yang berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi penanaman cabai. Pendataan tersebut diharapkan dapat mendukung kesinambungan produksi sehingga pasokan cabai lokal semakin kuat dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat ditekan.
Tak hanya pada lahan pemerintah, pemanfaatan lahan juga didorong hingga ke lingkungan permukiman. Masyarakat diajak memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai komoditas hortikultura.
“Selain menjadi upaya pengendalian inflasi, langkah pemanfaatan lahan ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan lahan kosong secara produktif. Untuk itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman hortikultura,” ungkapnya.
Pemanfaatan lahan secara produktif diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus menjaga ketersediaan komoditas hortikultura di Kota Mataram. Dengan produksi yang semakin meningkat, kebutuhan masyarakat terhadap pasokan dari luar daerah diharapkan dapat dikurangi.










